Bakso 555, enak walau tanpa penyedap rasa

Buat para pemburu kuliner sejati, khususnya pemuja segar, panas dan gurihnya kuah (tanpa penyedap rasa), lembut dan kenyalnya bakso (tanpa borax tentunya) ditambahnya potongan rawon bila beruntung mendapatkannya, ada baik nya mencoba menikmati kesemua hal tersebut pada menu bakso 555 yang berada di Koja Jakarta Utara.

Sekilas bila memasuki warung bakso ini, kita pasti akan memandang dengan sebelah mata. Ukuran bangunannya yang tidak terlalu besar hingga menimbulkan suasana gerah dan pengap (apalagi bila mulai menikmati sajian baksonya), di apit oleh dua buah bengkel motor yang pasti akan riuh sepanjang waktu menikmati bakso disana. Akan tetapi semua handicap tersebut spontan akan terbayar bila kita telah menikmati hidangan tersebut.

Sejujurnya walau Penulis adalah asli warga Koja, tetapi untuk menu bakso awalnya Penulis tidak terlalu menyukai menu di bakso 555, tetapi lebih memilih bakso kompetitor yang letaknya  tidak jauh dari warung bakso 555. “Berpindahnya keyakinan” Penulis dari bakso competitor ke bakso 555 berawal dari Istri Penulis yang kebetulan membeli bakso 555 tersebut dikarenakan bakso kompetitor sedang tidak berjualan. Kebiasaan beliau jika membeli bakso atau mie ayam selalu tanpa penyedap rasa, dilakukan juga pada saat membeli bakso 555. Akhirnya ketika menikmati bakso 555 beliau merasa bahwa cita rasa baksonya lebih enak dibanding bakso competitor, sejak saat itu kami “berpindah agama” ke bakso 555.

Pada dasarnya, isi menu dari bakso 555 tidak berbeda jauh dari kebanyakan bakso pada umumnya. Satu porsi terdiri dari satu buah bakso urat besar dan tiga buah bakso urat kecil, atau bila menginginkan satu porsi istimewa, bisa ditambah dengan satu buah bakso urat telor. Bila beruntung (biasa tersedia hanya dari pagi sampai siang menjelang sore), setiap satu porsi bakso akan mendapatkan bonus berupa rawon rawon yang cukup menggugah selera (dan kolesterol???). Keistimewaan dari bakso 555 ini adalah baksonya yang terasa benar dagingnya, terlihat bahwa campuran nya yang sangat sedikit, selain itu (dan ini yang paling penting) walau dihidangkan tanpa memakai penyedap rasa, kuah baksonya terasa sekali segarnya, ini yang membedakan dari menu bakso lainnya yang bila tidak memakai penyedap rasa akan terasa hambar.

Jadi bagi yang ingin menikmati segar dan gurihnya bakso tanpa tambahan penyedap rasa sedikitpun plus minuman pelengkapnya, bisa mencoba mencicipi bakso 555. Oh ya hampir lupa, kerusakan yang didapat di warung tersebut adalah :

  • Satu porsi bakso urat                           Rp 8.000
  • Satu porsi bakso urat + telor            Rp 13.000
  • ½ Porsi                                                      Rp 6.000
  • Es Teler                                                      Rp 5.000

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.